Sebagai upaya mengimplementasikan pembelajaran yang berorientasi pada penguatan karakter, kreativitas, dan kepemimpinan peserta didik, SMP-Pesantren Al-Ma’moen melaksanakan Projek Kelas VII–IX yang diikuti oleh seluruh siswa. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, yakni pada 26 hingga 28 November 2025, dan menjadi salah satu program pembelajaran terpadu yang dirancang untuk mengembangkan potensi siswa secara akademik maupun nonakademik.
Kegiatan projek ini dilaksanakan secara terstruktur dengan melibatkan seluruh jenjang kelas, mulai dari kelas VII, VIII, hingga IX. Setiap angkatan mengangkat tema yang berbeda, sesuai dengan karakteristik perkembangan peserta didik dan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai. Adapun tema yang diusung meliputi International Culture untuk kelas VII, Kebudayaan Nusantara untuk kelas VIII, serta Pemimpin Bangsa untuk kelas IX.
Pada pelaksanaan projek kelas VII dengan tema International Culture, siswa diajak untuk mengenal dan memahami keberagaman budaya dari berbagai negara di dunia. Materi yang dikaji meliputi adat istiadat, bahasa, pakaian tradisional, makanan khas, sistem sosial, hingga kebiasaan masyarakat internasional. Melalui tema ini, siswa dilatih untuk memiliki wawasan global, sikap toleransi, serta kemampuan berkomunikasi dan bekerja sama dalam konteks multikultural. Projek ini juga menjadi langkah awal dalam menanamkan nilai-nilai global awareness dan kesiapan menghadapi tantangan dunia internasional.
Sementara itu, siswa kelas VIII mengangkat tema Kebudayaan Nusantara sebagai bentuk penguatan identitas dan karakter kebangsaan. Dalam projek ini, siswa menggali berbagai kekayaan budaya Indonesia yang berasal dari beragam daerah, seperti tarian tradisional, musik daerah, pakaian adat, rumah adat, kuliner khas, hingga nilai-nilai kearifan lokal. Melalui kegiatan ini, siswa tidak hanya belajar mengenal budaya bangsa, tetapi juga menumbuhkan rasa cinta tanah air, kebanggaan nasional, serta kesadaran akan pentingnya melestarikan budaya Indonesia di tengah arus globalisasi.
Adapun siswa kelas IX mengusung tema Pemimpin Bangsa yang berfokus pada pembentukan karakter kepemimpinan, nasionalisme, serta tanggung jawab sosial. Dalam projek ini, siswa mempelajari figur-figur pemimpin bangsa, nilai-nilai kepemimpinan yang berintegritas, serta peran generasi muda dalam menjaga persatuan dan membangun masa depan Indonesia. Tema ini menjadi sangat relevan bagi siswa kelas IX sebagai bekal dalam mempersiapkan diri menuju jenjang pendidikan selanjutnya dan peran mereka sebagai calon pemimpin masa depan.
Selama pelaksanaan projek, siswa bekerja dalam kelompok dengan pendampingan guru sebagai fasilitator dan pembimbing. Proses pembelajaran dilakukan melalui berbagai tahapan, mulai dari perencanaan, pengumpulan data, diskusi kelompok, pembuatan karya, hingga penyajian hasil projek. Bentuk hasil projek yang ditampilkan sangat beragam, antara lain berupa presentasi, pameran edukatif, karya visual, pertunjukan, serta simulasi yang mencerminkan pemahaman siswa terhadap tema yang diangkat.
Kegiatan Projek Kelas VII–IX ini tidak hanya menekankan pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pembelajaran yang melatih siswa untuk berpikir kritis, bekerja sama, berkomunikasi secara efektif, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diemban. Nilai-nilai kedisiplinan, kejujuran, dan kepemimpinan turut menjadi bagian penting yang ditanamkan selama kegiatan berlangsung.
Melalui pelaksanaan projek ini, SMP-Pesantren Al-Ma’moen berkomitmen untuk menghadirkan pembelajaran yang bermakna, kontekstual, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kegiatan ini menjadi salah satu wujud nyata dalam membentuk peserta didik yang berkarakter kuat, berwawasan global, mencintai budaya bangsa, serta memiliki jiwa kepemimpinan yang siap menghadapi tantangan di masa depan.







.jpg)
Komentar